Resensi novel janji
Sinopsis Novel Janji:
Kita semua adalah pengembara di dunia ini. Ada yang kaya, pun ada yang miskin. Ada yang terkenal, ternama, berkuasa, juga ada yang bukan siapa-siapa. Ada yang seolah bisa membeli apapun, melakukan apapun yang dia mau, hebat sekali. Ada yang bahkan bingung besok harus makan apa. Tapi sesungguhnya dimanakah kebahagiaan itu hinggap? Di manakah hakikat kehidupan itu tersembunyi? Apakah seperti yang kita lihat dari luar saja? Inilah kisah tentang janji. Kita semua adalah pengembara di dunia ini. Dari hari ke hari. Dari satu tempat ke tempat lain. Dari satu kejadian ke kejadian lain. Terus mengembara. Dan kita pasti akan menggenapkan janji yang satu ini: mati.
Novel ini diawali dengan cerita sosok tiga sekawan pembuat onar yang bernama Hasan, Baso dan Kahar di sebuah pondok pesantren.
Kenakalan mereka dari hari ke hari sudah tidak terhitung lagi. Hingga puncaknya pada suatu hari ketika calon Presiden dan staffnya datang menemui Buya (kiyai) selaku pemilik pondok pesantren tiga sekawan itu memasukkan garam ke dalam teh calon Presiden, staff Presiden.
Buya (kiyai) tidak menghukum Hasan, Baso dan Kahar, melainkan meminta mereka untuk mencari sosok Bahar yang sudah pergi dari pondok pesantren puluhan tahun silam.
Bahar, merupakan murid dari ayah Buya pada puluhan tahun yang lalu. Ayah Buya merupakan pendiri sekolah agama tersebut. Sementara Bahar merupakan sosok murid yang nakal, dia anak yatim piatu dan hidup hanya bersama neneknya, hingga membuatnya dikirim ke pesantren. Hari demi hari dilalui Bahar dengan menjahili banyak orang dan bersikap onar. Hingga pada bulan Ramadhan, Bahar membangunkan sahur teman-temannya tersebut menggunakan meriam berbubuk mesiu, yang membuat pesantren itu terbakar dan seorang anak difabel meninggal dunia.
Setelah adanya kejadian itu, Bahar dikeluarkan dari pesantren. Namun, setelahnya ayah Buya menjadi sering kali bermimpi buruk akan perasaan bersalahnya kepada Bahar.
Kelebihan dan kekurangan novel Janji:
Kelebihan,
1. Pesan moral di setiap novel Tere liye sangat berharga sehingga memberikan banyak pelajaran hidup melalui cerita-cerita yang menarik.
2. Penggambaran setiap tokoh sangat detail sehingga pembaca bisa menyelami karakter masing-masing tokoh.
Kekurangan,
1. Tidak terlampir daftar isi sehingga tidak memudahkan pembaca mengetahui poin-poin dalam novel ini.
2. Gaya bercerita di novel ini persis dengan gaya bercerita di novel tentang kamu sehingga pembaca bisa menebak ending cerita.

Mantap👍
ReplyDeleteSelalu mendapatkan kenikmatan setiap membaca novelnya Tere Liye. Sangat bergizi.
ReplyDeleteTerima kasih resensinya. 😍😍
Terima kasih👍🏼
DeleteKeren
ReplyDeleteTerima kasih👍🏼
DeleteKereeeen sekali ulasannya.
ReplyDeleteTerimakasih👍🏼
DeleteKeren...
ReplyDeleteTapi kenapa saya justru tidak bisa menebak dimana ternyata endingnya yang bikin hati trenyuh. Saya rasa janji yang dimaksud adalah menjadi orang baik. Uang haji ditasarufkan menolong orang yang tertindas.
Terima kasih masukannya🙏🏻 masih tahap belajar pak 😊
Delete